This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 06 Juni 2011

Makanan Sebagai Obat



”Jadikanlah makanan sebagai obat bagi tubuh kita....” Itu kata ilmuwan Yunani, Hippocrates. Boleh jadi itu semacam slogan karena kini ”desakan” berbagai jenis makanan berhamburan di sekitar kita, dan itu menggoda....

Christopher Emille (38) masih ingat runtutan peristiwa ketika dia terkena serangan jantung, lima tahun lalu. Dadanya tiba-tiba terasa sakit saat berenang. Ketika sakit ini tak kunjung hilang, ia dibawa saudara-saudaranya ke rumah sakit.

Setelah menjalani serangkaian tes, oleh dokter, Emille dinyatakan terkena serangan jantung. ”Saya bisa bertahan karena punya kebiasaan berolahraga,” kata Emille, yang memang hobi berenang jarak jauh.

Peristiwa inilah yang kemudian mengubah kebiasaan Emille meski pola hidup sebelumnya sebenarnya tidak terlalu buruk. Emille khawatir karena di lingkungan keluarganya terdapat riwayat penyakit jantung. Pola makan menjadi lebih diperhatikan. Konsumsi sayur dan buah diperbanyak, terutama yang berjenis organik. Setiap kali minum, Emille selalu memilih air putih.

”Selain terasa lebih sehat, berat badan saya juga turun. Jadi, saya percaya bahwa makanan adalah obat bagi tubuh kita,” tutur Emille. Ia seolah membenarkan dalil yang dikemukakan Hiprocrates itu.

Sadar akan pentingnya pola hidup yang teratur, Emille membentuk Komunitas Organik Indonesia (KOI) untuk menyosialisasikan gaya hidup organik, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan sehat. Anggotanya tak hanya individu yang sudah dan baru berniat menjalankan gaya hidup organik, tetapi juga lembaga dan perusahaan yang bergerak di bidang produk organik.
 

Pola makan sehat

Vonis dokter karena mengidap penyakit tertentu juga memaksa Willy A. Roffi dan Hendra Alimin mengubah pola makan mereka. Tahun 2004, ginjal Roffi dideteksi bermasalah oleh dokter. Kondisi ini terjadi karena Roffi punya kebiasaan jarang minum dan menyukai makanan dengan rasa asin.

”Oleh dokter, saya disuruh mengonsumsi makanan sehat. Akhirnya saya mencari katering dengan menu sehat. Saat itu masih sulit untuk mencari katering makanan sehat. Kalaupun ada, harganya mahal,” tutur Roffi.

Meski mahal, demi kesehatan tubuhnya, Roffi berlangganan katering seharga Rp 70.000 per porsi, di luar ongkos kirim, selama empat bulan. ”Lumayan berat juga, tetapi mau bagaimana lagi, saya ingin sembuh,” kata Roffi.

Pola makan sembarangan juga membuat tubuh Hendra memberikan sinyal adanya penyakit. Sewaktu masih bekerja kantoran, Hendra memiliki kadar kolesterol dan asam urat yang tinggi. Ini terjadi karena dia sering kali tak bisa menghindar ketika mengajak atau diajak teman makan di restoran. ”Kalau sudah makan di restoran, yang dimakan pasti daging,” kata Hendra.

Takut kondisi tubuhnya semakin tak sehat, Hendra mulai memperbanyak konsumsi sayuran. 

Kebiasaan baru ini cukup terbantu dengan hobinya berkebun.
Hendra dan Roffi kemudian mengembangkan kebiasaan yang mereka lakukan menjadi bisnis yang berpengaruh positif kepada orang lain. Roffi membuka bisnis katering yang diberi nama Katering Hijau Organik.

Katering ini menyediakan berbagai menu dari produk organik untuk mereka yang mengidap penyakit tertentu, ibu menyusui, menu diet, termasuk untuk pengidap autis dan ADHD. Beberapa kali Roffi bahkan menerapkan program subsidi silang dengan memberikan pelayanan katering gratis untuk kalangan bawah.

Adapun Hendra bersama istrinya, Yosefina Skolastika, membuat rumah makan Sedap Alami, yang produknya berasal dari kebun sendiri.

Membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat, dalam hal menjadi vegetarian, dijalani Andri (53) dan Budi Dharma Surya. Budi, yang merupakan master yoga, bahkan sudah meninggalkan daging, ikan, dan telur sejak tahun 1978. Budi pun kini merasa lebih sehat karena lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
 

Pola hidup sehat

Kebiasaan orang-orang mengonsumsi makanan organik atau menjadi vegetarian dinilai dokter spesialis gizi klinik Samuel Oetoro sebagai pola makan yang baik. Tanpa kebiasaan ini, obesitas menjadi salah satu ancaman yang tak bisa dianggap remeh.

Kolesterol tinggi, darah tinggi, serangan jantung, dan serangkaian kondisi lain yang ditimbulkan dari obesitas membuat obesitas dikategorikan sebagai penyakit. ”Ancaman ini terjadi juga kepada anak-anak. Apalagi dengan banyaknya iklan junk food dan minuman kaleng yang menarik perhatian mereka,” kata Samuel.

Produk organik yang tak tersentuh bahan kimia, dinilai Samuel, memang menjadi bahan pangan yang baik untuk tubuh. Akan tetapi, jika bahan ini masih sulit didapat karena harganya mahal, bukan berarti pola makan sehat tak bisa dilakukan.

”Dengan makanan seadanya yang dijual di sekitar kantor, kita juga bisa makan sehat. Pilih saja makanan yang banyak sayur, seperti gado-gado atau keredok. Jangan milih ayam goreng terus,” ujarnya.

Namun, Samuel mengingatkan, pola makan sehat tak menjamin seseorang bisa hidup sehat dan bugar. Ada empat faktor lain yang juga penting, yaitu berpikir sehat, istirahat sehat, aktivitas sehat, dan lingkungan sehat.

”Semuanya memiliki porsi yang sama untuk mewujudkan pola hidup sehat dan bugar. Tidak ada faktor yang pengaruhnya lebih dominan,” kata Samuel.

Pilih Diet Jus Sayuran atau Sayuran Mentah?



Menambah asupan sayuran boleh jadi ada dalam daftar resolusi diet Anda. Agar jumlah asupan sayur semakin tinggi, Anda kemudian mengonsumsi jus sayuran. Tak ada yang salah dengan pilihan ini. Namun, manfaat memakan sayuran mentah tak bisa tergantikan dengan jus sayur.

Pakar nutrisi Mayo Clinic, Katherine Zeratsky RD LD, mengatakan, jus sayuran mengandung sodium rendah yang bisa menambah jumlah asupan sayur dalam program diet Anda. Namun, lanjutnya, sebaiknya Anda hanya mengonsumsi jus sayur secara berkala dan bukan menjadi rutinitas keseharian, apalagi menggantikan asupan sayuran mentah yang tetap dibutuhkan tubuh.

"Kekurangan asupan sayuran mentah akan menimbulkan risiko konstipasi, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan kelebihan berat badan," ujar Zeratsky.

Jus sayuran mengandung vitamin dan mineral yang tinggi, tetapi kandungan seratnya rendah dibandingkan sayuran mentah karena proses pelumatan di blender. Sementara, kata Zeratsky, orang dewasa membutuhkan sedikitnya 203 cangkir sayuran setiap hari. Jumlah ini akan bervariasi pada setiap orang bergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Anda bisa mendapatkan kebutuhan sayuran ini dari berbagai sumber, bisa berupa sayuran mentah atau yang dimasak, sayuran segar atau didinginkan, sayuran kaleng, dan jus sayuran.

Yang penting, seimbangkan asupan sayuran segar atau mentah dengan jus sayur agar program diet Anda berjalan sukses dan tetap menyehatkan.

Rumus Diet, Minus 7 Tambah 8 Asupan


Menjaga berat badan dengan mengontrol asupan, diikuti peningkatan aktivitas fisik, menjadi rumus dasar diet sehat. Prinsipnya, menyeimbangkan kalori masuk dan kalori yang keluar. Harvard Medical School merekomendasikan panduan diet sehat. Anda bisa mengaplikasikannya jika ingin tubuh bugar dan berat badan ideal.

Mengurangi tujuh asupan:
1. Garam
Kurangi asupan garam. Sebaiknya asupan garam kurang dari 2.300 miligram per hari. Asupan garam juga perlu dikurangi bagi mereka yang berusia di atas 51 tahun, dengan batasan 1.500 miligram per hari.

2. Kalori
Kurangi konsumsi kalori dari asam lemak jenuh. Hanya konsumsi asam lemak jenuh kurang dari 10 persen per hari. Sebaiknya perbanyak konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.

3. Lemak
Kurangi asupan lemak. Pastikan Anda mengasup lemak kurang dari 300 miligram per hari. Batasi konsumsi daging merah. Lemak tidak jenuh yang baik bagi kesehatan dapat diperoleh dari ikan (khususnya tuna dan salmon), alpukat, minyak zaitun, minyak jagung, kacang tanah, minyak biji aprikot, atau minyak bunga matahari.

4. Asam lemak trans
Pastikan asupan asam lemak trans rendah setiap hari. Kentang goreng, misalnya, mengandung asam lemak trans.

5. Gula
Kurangi asupan kalori dari konsumsi gula. Batasi asupan gula 3-5 sendok makan setiap hari.

6. Makanan manis
Batasi konsumsi makan-makanan dengan kandungan gula tinggi.

7. Alkohol
Batasi juga konsumsi alkohol. Batasi konsumsi alkohol sekali per hari untuk perempuan atau dua kali per hari untuk laki-laki.

Menambah delapan nutrisi:
1. Pastikan kalori tercukupi
Asup makanan secara bervariasi, namun pastikan kalori tak berlebihan.

2. Sayur dan buah
Konsumsilah buah dan sayuran secara bervariasi, jenis dan warna. Utamakan makan sayur warna hijau, merah, dan oranye, tambahkan juga buah serta kacang-kacangan.

3. Kacang-kacangan
Konsumsi setidaknya setengah porsi dari ragam biji-bijian. Masukkan asupan kacang-kacangan dalam menu harian.

4. Susu rendah lemak
Tingkatkan asupan susu rendah atau bebas lemak, serta produk olahan susu seperti yoghurt, keju, dan susu kedelai.

5. Makanan berprotein
Variasikan asupan makanan berprotein, seperti seafood, daging tanpa lemak (seperti bagian dada ayam dengan kandungan lemak rendah), unggas, telur, kacang polong, produk kedelai, dan kacang-kacangan.

6. Seafood
Pilih seafood daripada daging-dagingan dalam asupan harian.

7. Protein rendah lemak
Pilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak dan rendah kalori.

8. Minyak sayur
Untuk memasak, pilih minyak sayur untuk mengurangi asupan lemak jenuh dalam makanan.

Ingin Langsing? Makanlah Setiap 4 Jam



Mengurangi frekuensi makan bukanlah cara yang efektif untuk menurunkan berat badan. Malah, jika ingin berat badan tetap ideal Anda disarankan untuk makan setiap empat jam sekali.

Perlu diketahui, "tangki" penyimpanan makanan di dalam perut hanya mampu menampung makanan sekitar empat jam pada satu kali waktu makan. Karena itu untuk menjaga agar tangki ini tidak kosong, sebaiknya Anda mengasup sesuatu setiap empat jam sekali. Ini berarti ngemil harus jadi kebiasaan di luar waktu makan.

Pengaturan frekuensi makan demikian justru akan membantu mengontrol nafsu makan. Bila perut Anda biarkan kosong terlalu lama, tubuh akan mengeluarkan sinyal tertentu sehingga Anda jadi bernafsu mengonsumsi makanan manis atau berlemak di waktu makan.

Pengaturan waktu makan menjadi lebih sering ini juga akan membantu level energi tetap tinggi. Selain itu ngemil juga sehat bagi lambung sehingga asam lambung tidak akan cepat naik. Yang perlu diperhatikan adalah jenis dan porsi camilan yang Anda makan.

Sebagai pilihan, Anda bisa mengonsumsi camilan rendah kalori yang tetap mengenyangkan seperti cookies rendah kalori, buah-buahan, agar-agar, yogurt, atau puding.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More