Rabu, 05 Oktober 2011

Anak yang Sering Pakai Obat Bius Alami Kesulitan Belajar

img

Pegunaan obat-obatan memang harus sangat dibatasi pada anak-anak karena efek sampingnya bisa berbahaya. Obat bius misalnya, jika sering diberikan pada anak di bawah 2 tahun akibatnya anak tersebut akan mengalami kesulitan belajar.

Penggunaan obat bius atau anestesi tidak terlalu berpengaruh jika hanya sesekali saat operasi. Namun jika sudah diberikan hingga 2 kali, maka risiko untuk mengalami gangguan belajar akan meningkat hingga 2 kali lipat dibandingkan anak yang tidak pernah mendapatkan obat bius.

Penelitian di Mayo Clinic Rochester mengungkap 36,6 persen anak yang sering dibius sebelum usia 2 tahun akan mengalami gangguan belajar saat berusia 19 tahun. Angkanya lebih tinggi daripada anak yang hanya sekali dibius yakni 23,6 persen dan anak yang belum pernah dibius yakni 21,3 persen.

Pengaruh obat bius terhadap kemampuan belajar anak memang sudah lama menjadi perdebatan. Sebelumnya pernah ada penelitian serupa, namun dianggap tidak valid karena anak-anak yang mengalami gangguan belajar ternyata memang berasal dari keluarga miskin.

Dalam peneltiian kali inipun, banyak spekulasi yang meragukan adanya hubungan antara obat bius dengan kemampuan belajar. Beberapa pakar menduga, kerusakan pada sel-sel otak terjadi bukan karena obat bius, melainkan karena prosedur operasinya itu sendiri.

Sementara itu Dr Flick Randall dari Mayo Clinic yang memimpin penelitian itu mengatakan, eksperimen pada hewan pernah dilakukan untuk membuktikan hal itu. Ketika disuntik obat bius terlalu sering, sel-sel otak mengalami kerusakan seperti yang dialami anak-anak dengan gangguan belajar.

"Studi pada hewan menunjukkan bahwa paparan obat bius atau anestesi dapat menyebabkan sel otak mati, sehingga menyebabkan gangguan belajar dan perilaku," kata Dr Randall di Minnesota

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More