Senin, 06 Juni 2011

Pilih Diet Jus Sayuran atau Sayuran Mentah?



Menambah asupan sayuran boleh jadi ada dalam daftar resolusi diet Anda. Agar jumlah asupan sayur semakin tinggi, Anda kemudian mengonsumsi jus sayuran. Tak ada yang salah dengan pilihan ini. Namun, manfaat memakan sayuran mentah tak bisa tergantikan dengan jus sayur.

Pakar nutrisi Mayo Clinic, Katherine Zeratsky RD LD, mengatakan, jus sayuran mengandung sodium rendah yang bisa menambah jumlah asupan sayur dalam program diet Anda. Namun, lanjutnya, sebaiknya Anda hanya mengonsumsi jus sayur secara berkala dan bukan menjadi rutinitas keseharian, apalagi menggantikan asupan sayuran mentah yang tetap dibutuhkan tubuh.

"Kekurangan asupan sayuran mentah akan menimbulkan risiko konstipasi, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan kelebihan berat badan," ujar Zeratsky.

Jus sayuran mengandung vitamin dan mineral yang tinggi, tetapi kandungan seratnya rendah dibandingkan sayuran mentah karena proses pelumatan di blender. Sementara, kata Zeratsky, orang dewasa membutuhkan sedikitnya 203 cangkir sayuran setiap hari. Jumlah ini akan bervariasi pada setiap orang bergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Anda bisa mendapatkan kebutuhan sayuran ini dari berbagai sumber, bisa berupa sayuran mentah atau yang dimasak, sayuran segar atau didinginkan, sayuran kaleng, dan jus sayuran.

Yang penting, seimbangkan asupan sayuran segar atau mentah dengan jus sayur agar program diet Anda berjalan sukses dan tetap menyehatkan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More