Senin, 08 Agustus 2011

Sex Education by Kamasutra


7. Posisi Melilit
Posisi yang paling umum dalam berhubungan sex adalah posisi pria berada diatas. Posisi pria
berada diatas sering dikategorikan dengan dominasi pria dalam berhubungan seksual. Kama Sutra mengajarkan posisi melilit agar dalam posisi pria diatas maka wanita pun diberi kesempatan untuk berperan aktif dalam berhubungan seksual. Ini dapat dilakukan apabilawanita melilitkan kakinya ke paha ataupun pinggang pria. Dengan lilitan ini, maka wanita dapat juga menentukan irama persetubuhan bahkan wanita dapat menekan pria agar memberikan penetrasi yang lebih dalam.

8. Posisi "Mare"
Posisi MARE memberikan kesempatan bagi wanita untuk berperan sangat aktif dalam melakukan gerakan seksual baik gerakan yang dilakukan oleh kekuatan anggota tubuh seperti kaki dan paha, dan juga anggota tubuh bagian dalam: otot vagina. Pada posisi ini, wanita sangat dominan dalam menentukan seberapa dalam dan cepat penetrasi harus dilakukan. Selain itu, posisi ini juga memberikan posisi seksual yang baik buat wanita untuk mengkontraksikan otot vagina. Kontraksi otot vagina memberikan kenikmatan pada wanita karena apabila wanita mampu memainkan otot ini maka hal ini akan membantu wanita untuk mendapatkan kenikmatan puncak seksual yang sangat dahsyat. Cengkraman otot vagina juga akan sangat dinikmati oleh pria karena pria akan merasakan gerakan empot empot (meremas remas) dari vagina. Posisi ini juga membantu wanita untuk mendapatkan tusukan penis tepat berada di "G-SPOT".
G-Spot adalah titik yang berada di bagian dinding atas vagina (kearah perut) yang terletak sedalam kira- kira 2.5 cm dari pintu lubang vagina. Titik ini bila tersentuh akan memberikan rangsangan seksual yang paling dahysat.
9. Pada posisi "rising"
Posisi "rising" atau kaki wanita diangkat, pria berada dalam kondisi berlutut dan kaki wanita berada di pundak pria. Posisi ini dapat memberikan penetrasi yang dalam kedalam vagina. Keunikan posisi ini adalah wanita dapat merapatkan kedua paha wanita untuk dapat mengkontraksikan otot vagina. Posisi ini juga memberikan kestabilan dalam melakukan senggama pada pria, karena pria dapat berpegangan pada kedua kaki wanita.
10. Posisi Setengah ditekan
Pada posisi ini menyerupai posisi "rising", tetapi pada posisi ini salah satu kaki wanita ditekuk dan bertapak pada dada pria. Posisi ini akan mengkontraksikan otot vagina sehingga vagina akan mencengkram penis pria. Pada posisi ini, pria jangan melakukan sodokan/penetrasi yang keras karena akan menyakitkan vagina.
* Apabila kaki kanan wanita terasa capai, maka kaki kanan wanita dapat ditekuk kebawah
sehingga bersandar melingkar pada pinggang pria atau telapak kaki kanan dapat ditapakkan di
sekitar pantat pria secara perlahan atau juga dapat ditapakkan ke dinding.

11. Posisi Ditekan
Pada posisi ini kedua kaki wanita ditekuk dan bertapak pada dada pria. Kelebihan posisi ini dibanding posisi setengah ditekan adalah terbukanya jalan bagi pria untuk melakukan penetrasi penuh kedalam vagina. Posisi ini digolongkan sebagai dominasi pria atau juga disebut wanita dalam posisi pasrah. Kepasrahan posisi wanita ini dapat menimbilak efek psikologi yang menyenangkan pada saat bercinta karena sang pria akan dibakar emosinya untuk merasa lebih perkasa/kuat.
12. Posisi Membelah Bambu
Posisi ini adalah variasi dari posisi pria diatas (posisi umum). Variasi ini terletak pada terangkatnya salah satu kaki wanita. Kaki yang terangkat tsb diletakkan pada pundak pria.
Kaki yang terangkat ini sebaiknya dilakukan bergantian antara kaki kanan dan kiri wanita. Pergantian kaki ini akan mencegah kebosanan pada berhubungan seksual dan juga akan merapatkan liang vagina sehingga pria akan merasakan adanya empotan/jepitan pada liang vagina.

13. Posisi Memaku
Posisi ini juga variasi dari posisi pria diatas (posisi umum). Variasi yang dilakukan mirip dengan posisi membelah bambu tetapi pada posisi ini kaki wanita yang terangkat diletakkan di kening pria. Pada posisi ini, karena kaki wanita yang terangkat berada dalam kondisi terpentang, maka setiap dorongan/tusukan yang dilakukan oleh pria pada saat bercinta akan lebih memen tangkan kaki yang terangkat tsb. Hal ini akan membuat otot vagina menjadi terkontraksi dengan kata lain liang vagina akan menyempit. Keadaan spt ini akan membuat pria merasa penisnya lebih tercengkram oleh vagina.
14. Posisi Kepiting
Posisi ini akan menghasilkan kontraksi otot vagina karena perut wanita menjadi tertekan oleh kaki wanita sendiri sehingga secara tak langsung akan menarik otot otot disekitar vagina.
Tarikan inilah yang akan membuat otot vagina akan terkontraksi. Pada posisi ini pria akan berpeganan pada lutut wanita untuk menjaga keseimbangan pada saat pria melakukan penetrasi. Dengan berpegangan pada lutut, maka pria akan mempunyai kesempatan untuk mengatur lebar bukaan paha wanita. Ini berarti, pria bisa mengatur lebar bukaan paha wanita untuk melakukan penetrasi yang lebih dalam sesuai dengan selera pria.
15. Posisi Lotus
Posisi ini meniru sikap duduk yoga, dimana wanita akan melipat kedua kakinya. Lipatan ini akan mengangkat lubang vagina keatas sehingga lubang vagina akan tampak lebih mudah untuk dipenetrasi. Kelemahan dari posisi ini adalah biasanya bagi wanita yang tidak biasa melakukan sikap duduk yoga akan terasa cepat capai bahkan kram. Posisi ini hanya sebagian dari posisi
bercinta Kama Sutra, jadi anda dapat memilih posisi yang lain yang bisa membuat anda berdua bisa menikmati hubungan seksual.

16. Posisi Wanita Diatas: Ayunan
Posisi ini ibarat bermain ayunan, maka wanita duduk diatas tubuh pria spt bermain ayunan
dengan posisi wanita membelakangi pria. Posisi ini sangat menguntungkan bagi wanita, karena wanita dapat dengan leluasa mengkontraksikan otot vagina dan dapat mengatur gerakan agar penis bisa menggesek G-Spotnya.

* Posisi Wanita Diatas: Jepitan

Dengan kaki ditekuk, wanita duduk di atas pria dan saling berpandangan. Wanita menuntun penis pria agar bisa masuk ke dalam vagina. Dengan posisi ini, penetrasi dapat dilakukan secara maksimum ataudalam sekali. Posisi ini juga memberikan kesempatan bagi wanita untuk mengkontraksikan otot vagina karena posisi ini wanitalah yang berperan aktif. Dalam melakukan senggama, maka wanita dapat melakukan gerakan memutar pantat searah atau beralawanan jarum jam perlahan lahan. Selain gerakan memutar, maka wanita juga dapat melakukan gerakan mengangkat dan menurunkan pantat sehingga terjadi gesekan antara liang vagina dan batang penis. Posisi ini sangat disukai oleh wanita karena dapat dipastikan G-Spot wanita akan tergesek oleh penis.
Pria dalam posisi ini bersikap submissive (pasrah), tetapi dalam posisi seper
ti ini sisi ini pria dapat menikmati beberapa keuntungan antara lain melihat indahnya gerakan payudara wanita yang bergetar naik turun disertai dengan gerakan rambut sebagai akibat dari gerakan wanita saat melakukan gerakan seksual. Selain itu, posisi ini sangat dianjurkan buat pria yang mengalami ejakulasi dini karena dalam posisi ini pria bersikap pasif sehingga pria tidak dapat mengumbar nafsu seperti pada posisi pria diatas (pria dominan). Untuk menimbulkan hentakan seksual yang dapat membuat wanita menjadi lebih bergairah, maka pria dapat secara mendadak mengangkat pantat pria.

* Posisi Wanita Diatas: Putar
Seperti halnya posisi pria diatas, maka dengan posisi wanita diataspun wanita dapat melakukan putaran. Putaran memang sangat dianjurkan dalam berhubungan seksual untuk memberikan nuansa baru yang dapat menimbulkan getaran seksual yang lebih bervariasi.
Menurut Vatsyayana, gerakan putaran adalah gerakan yang membutuhkan latihan agar wanita dapat berputar tanpa tercabutnya penis. Gerakan putaran dapat dilakukan dengan tiga tahap, posisi ini ibarat bermain ayunan, maka wanita duduk diatas tubuh pria seperti bermain ayunan dengan posisi wanita duduk berhadapan dengan pria, posisi duduk miring dan posisi duduk membelakangi pria. Posisi ini sangat menguntungkan bagi wanita, karena wanita dapat dengan leluasa mengkontraksikan otot vagina dan dapat mengatur gerakan agar penis bisa menggesek G-Spotnya.

17. Posisi Memutar

Posisi umum dimana lelaki diatas dapat divariasikan dengan putaran pada saat penis sedang
didalam vagina. Putaran ini akan menghasilkan gesekan pada liang vagina dan batang penis. Pada liang vagina, gesekan memutar ini akan menyentuh bagian yang mungkin tidak atau belum tersentuh oleh tusukan penis selama bercinta. Jadi posisi memutar ini akan dapat memberikan perasaan yang baru bagi kedua belah pihak. Terutama untuk wanita yang berada dibawah, maka wanita akan menikmati gerakan erotis dari pria yang sedan memutar.

Posisi memutar ini dapat dibagi menjadi 4 tahap seperti sbb :
1. Pria menumpukan berat badan pada kedua lengannya. Dan berikan jarak yang cukup antara
dada pria dan wanita sehingga pria bisa memulai gerakan memutar.

2. Pria memindahkan lengan kanannya dahulu kesamping diikuti dengan memindahkan kedua
kaki pria ke samping luar dari kaki kanan wanita tanpa mencabut penis.
3. Lanjutkan perputaran yang dilakukan secara perlahan dengan menggeserkan posisi tubuh
anda (pria). Usahakan agar penis tidak tercabut sehingga akan memberikan kenikmatan
gesekan pada wanita.

4. Pada akhirnya posisi pria akan membelakangi wanita. Pada tahap ini pria bisa melakukan
goyangan senggama spt pada umumnya (naik turun). Untuk menyenangkan hati sang pria,
maka wanita bisa menggunakan tangan untuk mengusap pantat ataupun menggelitik lubang
anus dari pria secara mesra. Perlu diingat, bahwa posisi ini tidak bisa menghasilkan penetrasi
yang dalam.

18. Posisi Menggantung

KamaSutra juga mengajarkan bercinta dengan posisi berdiri. Pada umumnya posisi berdiri mengalami berbagai rintangan, diantaranya adalah tinggi badan pria
yang lebih tinggi dibanding dengan wanita. Untuk menghindari
masalah ini maka kama sutra mengajarkan posisi bergelantung/menggantung dimana wanita akan bergelantung pada pria pada saat melakukan senggama. Untuk menstabilkan posisi pria yang berdiri dan juga menggendong wanita, maka sebaiknya pria berdiri merapat ke dinding/tembok untuk mendapatkan sandaran.
Pada posisi ini, wanita melingkarkan tangannya untuk bergelantung pada pria dan pria dapat menahan wanita dengan meletakkan tangan pria di pantat wanita.
19. Posisi Terggantung
Posisi ini disebut tergantung karena salah satu kaki dari wanita akan tergantung pada paha pria. Posisi tergantung juga merupakan ajaran Kama Sutra dalam hal sex dalam posisi berdiri.
Dibanding dengan posisi berdiri "menggantung" yang sudah melakukan penetrasi, maka posisi tergantung ini lebih baik dalam hal kedalaman melakukan penetrasi. Kelemahan dari posisi ini adalah bila wanita memiliki tinggi lebih rendah dari pria karena wanita harus berjinjit yang akan membuat wanita cepat merasa lelah.
Posisi tergantung ini sebaiknya dilakukan dengan posisi wanita berdiri dekat tembok sehingga pada saat pria melakukan penetrasi, maka wanita akan dapat mendapatkan tempat bersandar untuk menahan dorongan pria saat melakukan penetrasi. Untuk mendapatkan penetrasi yang lebih dalam, maka wanita dapat membuka bukaan paha selebar mungkin.

20. Posisi Gajah

Posisi gajah adalah melakukan penetrasi penis ke vagina dengan posisi wanita merebah menghadap tempat tidur. Pada posisi ini penis pria masuk dari arah belakang. Kama sutra mencatat bahwa posisi ini sangat disukai oleh wanita karena tusukan penis dari pria akan langsung membentur G-Spot.
Posisi gajah juga memberikan kesempatan bagi wanita untuk mengkontraksi otot vagina.

21. Posisi Sapi
Sapi adalah hewan yang disucikan di masyarakat India. Kama sutrapun menuliskan dalam naskahnya posisi bercinta gaya sapi. Posisi ini mengijinkan pria untuk mengkontrol kedalaman penetrasi dengan menahan pinggang wanita agar wanita bisa diam pada saat penetrasi dilakukan.

Buat wanita, posisi ini kurang menguntungkan karena wanita tidak dapat melakukan kontraksi otot vagina dan juga posisi ini melelahkan buat wanita terutama yang tidak memiliki tubuh yang cukup lentur untuk membungkuk.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More