Selasa, 24 Mei 2011

Pamer Keceriaan Lewat Tato Gigi

 
Menjadikan tubuh atau wajah sebagai media lukis mungkin sudah biasa. Orang menyebutnya tato. Tapi, pernahkah Anda melihat gigi sebagai media lukis?

Di India, tato gigi tengah populer. Memamerkan gigi dengan berbagai lukisan khas seperti tengkorak, bunga, menjadi tren di kalangan anak muda di sejumlah kota besar di negara itu.

"Dalam dua atau tiga tahun terakhir, tato gigi menjadi populer, terutama karena anak muda saat ini lebih cerdas dan senang berpetualang,” kata Heman Verma, dokter gigi dan implantologist dari Gurgaon, seperti dikutip dari Idiva.

Verma mengatakan, tato gigi menjadi semacam media aktualisasi diri di kalangan anak muda. "Kaum muda masa kini ingin meninggalkan kesan yang berbeda di antara kelompok sebaya mereka dengan membuat identitas gaya unik. Mereka memilih tato gigi,” katanya.

Meski menjadi tren baru di India, tato gigi sudah menjadi pilihan gaya sejumlah anak muda di beberapa negara Eropa dan Amerika sejak lama. "Tato gigi bukan hal baru. Itu dimulai di Barat sekitar 8-10 tahun yang lalu,” kata seorang ahli bedah gigi berbasis di Mumbai Ranganatha Rao K Jingade.

Kelompok usia yang biasanya tertarik menato gigi adalah 14-35 tahun. Tak hanya wanita tapi juga pria. Para wanita biasanya akan melukis giginya dengan gambar bintang, apel atau malaikat. Sedangkan pria memilih desain tato yang lebih maskulin seperti tengkorak atau pola geometris.

"Saya melihat tato gigi pertama kalinya ketika teman saya memamerkannya. Biasanya orang menato tubuhnya, tapi ini berbeda. Itu sebabnya, aku berencana melukis gigiku segera,” kata Monisha, 19 tahun.

Layaknya tato tubuh, tato gigi juga ada yang bersifat temporer dan permanen. "Untuk tato yang bersifat temporer hanya membutuhkan waktu 15-20 menit untuk ditempel, sementara pengeboran tato permanen dapat berlangsung lama tergantung desain," kata Shikha Pahwa, seorang dokter gigi kosmetik di Chandigarh. "Tidak ada efek samping, tapi itu tergantung pada kesehatan gigi seseorang

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More