Sabtu, 28 Januari 2012

Agar Anda Tampak Muda Lebih Lama



 
Banyak orang enggan menjadi tua. Padahal, menjadi tua tidak bisa dihindari. Yang bisa dijauhi hanyalah menjadi tua terlalu cepat. Dengan pendekatan holistik perlambatan proses penuaan itu bisa dicapai.

Benar nih usia Ibu sudah 60 tahun? Kelihatannya baru 50-an tahun.” Siapa pun kita, terutama wanita, pasti akan berbunga-bunga ketika mendengar pujian seperti itu. Sebenarnya, panjang umur dalam arti tetap sehat, bugar, dan awet muda merupakan salah satu yang diinginkan manusia.

Suatu kajian psikologis di AS membuktikan, memasuki usia madya (40 - 60 tahun) banyak orang mulai merasa kurang bersemangat, sedih, dan ketakutan. Ini antara lain disebabkan oleh munculnya kemunduran mental dan fisik, disertai berhentinya siklus reproduksi pada wanita, serta adanya tekanan tentang pentingnya masa muda. Budaya Amerika yang lebih mengagungkan dan menghargai efisiensi, kekuatan, kecepatan, serta kemenarikan bentuk fisik, menyebabkan banyak orang Amerika melakukan upaya agar tetap tampak muda.

Masyarakat Indonesia pun banyak yang tertulari keyakinan seperti itu. Mereka berbondong-bondong mencari beragam alternatif perawatan untuk “melawan” penuaan. Padahal, penuaan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Penuaan sebenarnya merupakan perwujudan kerja bareng antara faktor genetik dan sosiologis. Para biolog yakin penuaan merupakan produk dari ekspresi sejumlah gen. Gen inilah yang lebih berperan mengaktifkan gen penuaan begitu seseorang memasuki fase reproduksinya.

Sedangkan dari sudut sosiologi, penuaan berhubungan erat dengan kepribadian, gaya hidup, dan subbudaya seseorang. Namun dengan kondisi serta perawatan lebih baik, kini semakin banyak kaum pria dan wanita yang belum menunjukkan tanda-tanda ketuaan mental dan fisik sampai usia 65 tahun, bahkan sampai 70-an tahun.

Dalam mencapai keadaan seperti itu, pendekatan holistik (menyeluruh), yang intinya menjalani gaya hidup sehat, ternyata berdampak lebih baik ketimbang upaya-upaya parsial seperti bedah plastik atau nutrisi saja.

Perhatikan faktor gizi
Bila ingin sehat sampai tua, jangan lupa untuk memperhatikan konsumsi makanan sehari-hari. Lebih dari 40 senyawa perlu dimasukkan ke dalam tubuh dalam bentuk aslinya (esensial). Di antaranya 10 jenis asam amino, 13 macam vitamin, 20 atau lebih unsur-unsur mineral dan satu atau dua asam lemak. Namun ada beberapa hal yang patut mendapat perhatian:
  1. Saat ini cukup sulit mendapatkan nutrisi secara lengkap dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari karena tanah tempat bertani semakin tidak subur. Belum lagi semakin banyak penggunaan pupuk kimia serta teknik pengolahan makanan yang hanya mempertimbangkan faktor murah-meriah dan menarik. Yang juga meresahkan, banyak pula pengunaan produk-produk transgenik (hasil rekayasa genetika).
  2. Setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi khas. Tidak ada dua manusia memiliki kebutuhan nutrisi yang betul-betul sama. Kebutuhan itu pun terus berubah sesuai tingkatan umur dan kondisi tubuh. Dalam kondisi stres umpamanya, kita membutuhkan lebih banyak vitamin C.
  3. Setelah memasuki usia 50 tahun, kebutuhan beberapa zat gizi meningkat walaupun kebutuhan kalori menurun, baik karena kemampuan menyerap makanan berkurang ataupun akibat proses menua. Kebutuhan kalsium misalnya, meningkat apabila mulai terjadi kekeroposan tulang.
  4. Zat gizi atau food supplement bukanlah obat yang dapat memperlihatkan efeknya dalam satu atau dua hari. Dibutuhkan waktu minimal satu bulan dengan konsumsi secara teratur untuk mengetahui efeknya.
  5. Kebutuhan zat gizi tambahan tidak bisa ditentukan berdasarkan kira-kira belaka. Dibutuhkan nasihat para ahli untuk memutuskannya. Konsumsi zat gizi tambahan tanpa kendali, misalnya akibat terpengaruh iklan makanan atau karena khawatir kekurangan gizi yang berlebihan, malah bisa merupakan tindakan mubazir, bahkan berbahaya. Pasalnya, efek tubuh setiap individu berbeda-beda. Dosis berlebihan dapat menyebabkan efek racun. Misalnya vitamin C berlebihan (> 5.000 mg) bisa memicu batu ginjal. Kalsium yang berlebihan (> 2.000 mg) dapat menyebabkan hiperkalsemia. Vitamin E dosis tinggi dapat menimbulkan tekanan darah tinggi serta penyakit rematik jantung. Kelebihan vitamin A akan menimbulkan anoreksia, pembengkakan hati, mudah iritasi, gangguan kulit, kerontokan rambut, sakit tulang, dan hipertensi. Kelebihan vitamin D menimbulkan penurunan bobot badan, pengapuran di banyak jaringan lunak tubuh, dan gagal ginjal. Kelebihan vitamin B6 menimbulkan neuropati perifer.
    Mengonsumsi makanan tambahan hendaknya pada takaran yang cukup dan hanya bila diperlukan. Malahan ada zat gizi tambahan yang sulit diserap kecuali jika dikonsumsi bersama zat gizi lain. Yang terbaik ya penggunaan multivitamin yang dikonsumsi segera setelah makan. Zat gizi tambahan yang sering direkomendasikan antara lain vitamin B kompleks, vitamin E, vitamin C, vitamin A, kromium, seng, kalsium, selenium, magnesium, dan koenzim Q-10 7.
Meski sudah sering didengung-dengungkan tetap saja sangat relevan untuk mengingatkan kaum usia tengah baya: jagalah kadar kolesterol darah yang normal dengan menghindari makanan berlemak, mengurangi konsumsi daging dan sebaliknya memperbanyak makanan segar, buah-buahan, ikan, produk kedelai, teh atau air putih, minyak ikan, bawang putih, sayuran, serta makanan berserat lain. Ini akan mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

Tidak kalah pentingnya, ketika kelak masa tua tiba, kita perlu menjaga agar bobot badan tetap normal atau bahkan lebih ringan. Soalnya kegemukan akan mengundang banyak risiko, antara lain penyakit jantung, aterosklerosis, hipertensi, stroke, dan diabetes. Konsumsilah lemak, tetapi jangan melewati batas 10 - 25% dari total kalori yang dimakan. Sementara, konsumsi gula hendaknya tidak lebih dari 10%.

Gula memang merupakan problem masyarakat modern karena terdapat dalam hampir semua makanan olahan. Padahal gula olahan itu tidak cuma miskin nutrisi (tidak seperti gula dalam buah, sayur atau makanan alami lain) tapi juga menimbulkan kerusakan gigi. “Dosa” yang diusung gula bisa semakin berat karena ia kaya kalori sehingga mudah menggemukkan serta membebani kerja pankreas, yang menghasilkan insulin, sehingga merangsang munculnya penyakit diabetes.

Sepertinya jalan menuju sehat penuh dengan alangan dan rintangan. Namun demikianlah faktanya. Rokok, kopi, sodium (garam), minuman beralkohol, serta zat-zat aditif lain hendaknya dijauhi. Pasalnya, asap rokok berisiko menimbulkan penyakit kardiovaskuler, kanker paru-paru serta penyakit saluran pernapasan, dan bisa merusak kulit.

Sedangkan kopi yang mengandung banyak kafein dapat merangsang sistem susunan saraf pusat. Konsumsi garam atau sodium perlu dibatasi karena mudah meningkatkan tekanan darah dan mengancam sistem kardiovaskuler. Alkohol, yang merupakan salah satu sumber radikal bebas, dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental. Lagi pula kandungan kalori alkohol kira-kira antara gula dan lemak sehingga bisa pula menyebabkan kegemukan. Sedangkan zat-zat aditif yang umumnya mengandung lebih dari 200.000 bahan sintetis bisa meracuni tubuh atau merangsang timbulnya penyakit kanker.

Cukup olahraga
Nah, ketimbang jenuh dengan larangan, mari beralih ke tindakan positif. Satu anjuran yang pertama bisa dikedepankan adalah: berolahragalah! Ada banyak sebab mengapa olahraga atau latihan fisik bisa membantu mempertahankan kondisi fisik agar tidak mudah turun.

Secara umum, olahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit serta mempercepat proses penyembuhannya. Di samping itu, olahraga dapat memperbaiki sistem pencernaan, kebiasaan tidur, penyerapan nutrisi, serta pembuangan zat-zat sisa. Yang tak kurang penting, secara psikologis, olahraga dapat menekan stres, mengurangi kemunculan kelainan psikosomatis, serta meningkatkan energi dan semangat hidup, termasuk memperbaiki kapasitas dan fungsi seksual. Dengan berolahraga, konsentrasi, perhatian, serta daya ingat akan meningkat sehingga kita tampil lebih menarik.

Secara fisiologis pun olahraga akan meningkatkan ukuran dan kekuatan otot jantung. Juga bisa meningkatkan volume pompa jantung dan memperbaiki sirkulasi koroner. Selain itu dapat menurunkan kandungan trigliserida, kadar LDL (kolesterol jahat), dan menaikkan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Olahraga juga bisa membantu mencegah pembentukan plak di pembuluh darah dan pembekuan darah sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Manfaat olahraga belum berhenti sampai di situ. Dengan berolahraga, massa otot, kekuatan serta kepadatan tulang, jumlah mitokondria, dan enzim respirasi akan meningkat sehingga metabolisme lebih efisien. Juga dapat mencegah degenerasi dan atropi (pengecilan ukuran) jaringan, serta mencegah kemunculan gangguan pada alat gerak dan pergerakan seperti artritis, peradangan pada bursa, disebut bursitis (bursa adalah suatu kantung atau ruang mirip kantung berisi cairan kental di dalam jaringan yang berfungsi mencegah gesekan antara bagian-bagian dalam jaringan). Olahraga juga mencegah gangguan lain seperti sakit pinggang, keropos tulang, kejang otot, sakit sendi, dll. sekaligus memperbaiki kecepatan reaksi dan refleks.

Tetap aktif dan gembira
Istilah “aktif” ternyata juga menjadi kata kunci bagi orang-orang yang ingin awet muda di usia senjanya. Pasalnya, hidup yang aktif akan menjaga aktivitas emosi dan saraf dan ini akan memperlambat proses penuaan. Otak yang tidak terpakai akan menyebabkan penurunan daya ingat serta kemampuan analisis. Bila dilakukan tes kecerdasan, jelas nilai mereka yang terus aktif akan lebih tinggi dibandingkan dengan yang menganggur. Hidup ceria dan penuh semangat diperlukan pula agar stamina dan vitalitas jiwa raga tetap terjaga. Sikap optimistis dan selalu berusaha berpikir positif dalam menghadapi stres amat membantu. Juga sediakan waktu libur dan menjaga kebiasaan tidur sehat (delapan jam malam hari).

Satu hal lagi, janganlah menjadi tua itu dijadikan beban. Ungkapan “EGP” (emang gue pikirin) tepat diterapkan di sini. Merasa bahagia atau tidak itu sebenarnya tergantung pada pikiran kita sendiri. Oleh karena itu hidup di tengah masyarakat yang erat hubungan sosialnya lalu ikut aktif di dalamnya akan berdampak positif bagi diri kita. Aktivitas sosial sekaligus bisa membantu penyembuhan penyakit serta menjadi perisai terhadap segala gangguan emosi.

Tidak ada salahnya pula kita ikut aktif dalam kegiatan keagamaan. Studi terhadap 4.000 orang tua oleh Dr. Harold G. Koening dan timnya dari Universitas Kedokteran Duke, Durham, AS menyimpulkan, kepercayaan atau keyakinan pada agama ternyata dapat memperpanjang usia kaum tua. Mereka yang berkeyakinan kuat dan rajin ke rumah ibadah sedikitnya sekali seminggu, 28% bertahan hidup enam tahun lebih lama dibandingkan dengan yang tidak. Alasan logis yang disebutkan Koening, pada umumnya orang tua yang rajin datang ke tempat ibadah dengan sendirinya akan mengurangi kebiasaan merokok dan minum-minum.


Hidup sehat dan aman
Di atas segalanya, kita tak boleh juga melupakan bahwa penuaan merupakan proses interaksi faktor genetik dan lingkungan. Sementara faktor genetik tentu tidak bisa dihindari, faktor lingkungan yang merugikan masih bisa dikendalikan agar proses penuaan bisa diperlambat. Kondisi lingkungan yang tidak bersahabat, seperti terlalu panas, kering, penuh polusi, pengaruh parasit, suara berisik, radiasi matahari, dapat mengakibatkan tubuh tidak stabil, bahkan rusak.

Celakanya, manusia modern kini semakin sering kontak dengan zat-zat kimia asing yang dapat menimbulkan cedera sel, gangguan imun tubuh, dan kanker. Kontak dengan senyawa berbahaya dapat terjadi melalui lingkungan kerja, makanan, gaya hidup atau cara-cara lainnya. Lingkungan sekitar, baik di dalam maupun di luar ruangan banyak dipenuhi gas-gas beracun yang dilepaskan oleh berbagai macam perabot. Sick building syndrome adalah salah satu dampaknya.

Sinar matahari, walaupun sangat berguna bagi manusia, ada kalanya bisa berbahaya, terutama pengaruh radiasi ultraviolet yang bersifat merusak tubuh. Ultraviolet A (UV-A, 320 - 400 nm) menimbulkan efek fluorescent (kemampuan zat tertentu untuk memencarkan sinar). UV-B (290 - 320 nm) dapat menimbulkan erithema (kemerahan kulit) serta dapat memicu kanker kulit. UV-C (100 - 290 nm) bersifat sangat merusak sehingga dapat digunakan sebagai pembunuh kuman. Di katulistiwa ini, dalam keadaan terang tidak berawan, sekitar 30% UV-B dapat sampai ke Bumi. Semakin jauh dari katulistiwa semakin berkurang. Namun, penipisan ozon yang bermula dan menyebar di daerah kutub bisa memberikan ancaman terpaparnya radiasi UV.

UV-B bisa berdampak merusak protein dan DNA yang dapat menimbulkan kanker kulit, katarak mata, serta penurunan daya tahan tubuh. Sebab itu kebiasaan berjemur yang memakan waktu berjam-jam jelas bukan hobi yang sehat. Sebaliknya, metode hidup kembali ke alam seperti hidup di alam bebas, kamping, menjelajah alam, merupakan cara terbaik untuk mengurangi stres fisik akibat tekanan lingkungan.

Sudah tentu pengunaan obat-obatan dan terapi medis yang diperlukan sesuai dengan saran para ahli kesehatan memang perlu, mengingat bahwa kondisi sakit di usia tua tidak dapat dihindari. Mudah-mudahan di masa akan datang, bila pemahaman regulasi gen dan biokimia tubuh sudah lengkap, akan muncul obat-obatan yang secara efektif dapat menyembuhkan penyebab utama problem gangguan fisik dan kejiwaan kaum manula.

Namun di atas segalanya, perlulah setiap orang menerima kenyataan bahwa ia bakal menjadi tua. Mumpung belum terlambat, marilah berusaha menjaga jiwa dan raga agar tetap sehat, bugar, dan awet muda!

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More