Minggu, 29 Januari 2012

Bahaya Teh bagi kesehatan Tubuh Manusia

Teh..sudah tidak diragukan lagi bahwa tumbuhan yang di tanam di pegunungan ini memiliki banyak manfaat karena kandungan antioksidannya. Tapi siapa sangka (termasuk saya), bahwa dibalik manfaat-manfaat yang dikandungnya, teh juga memiliki dampak negative bagi orang-orang tertentu.
perkebunan teh di cina
perkebunan teh di cina
bahaya teh bagi kesehatan tubuh manusia
teh di dataran tinggi

 
Orang-orang tersebut adalah:

1. Pasien yang fungsi ginjalnya tidak baik dan tak dapat menahan kencing
atau inkontinensia karena teh berfungsi melancarkan pembuangan air kemih.
Banyak minum teh mengganggu fungsi ginjal, sehingga akan semakin
memberatkan penyakit pasien tersebut.

2. Wanita hamil
Wanita yang sedang hamil membutuhkan berbagi macam gizi untuk menyuplai
kebutuhan metabolisme tubuhnya dan juga janin dalam kandungannya. Kalau ia
terlalu banyak minum teh, maka zat tanin atau samak dalam teh dapat
bersenyawa dengan zat besi dalam makanan yang dikonsumsinya menjadi
semacam kompon yang tidak diserap oleh tubuh.
Ini selain dapat mengakibatkan anemia dan kekurangan zat besi pada wanita
hamil, juga dapat mengakibatkan janin dalam kandungan menjadi kekurangan
zat besi bawaan. Sehingga setelah lahir bayi juga akan menderita anemia
dan kekurangan zat besi.

3. Wanita yang sedang menyusui
Wanita yang sedang menyusui sebaiknya tidak minum teh kental. Hal ini
karena salah satu dari racun dalam teh (kafein) bisa mempengaruhi
pengeluaran air susu, sehingga ASI menjadi berkurang, selain itu kafein
juga bisa masuk kedalam tubuh bayi melalui air susu yang dapat
mengakibatkan usus bayi menjadi kejang, sehingga bayi akan menangis tak
henti2nya.

4. Orang yang sedang demam
Untuk orang yang sedang menderita demam, minum teh bukannya dapat
menurunkan suhu badannya tetapi justru akan meningkatkan suhu panas
tubuhnya. Hal ini dikarenakan theophyline yang terkandung dalam teh dapat
meninggikan suhu badan, bahkan membuat fungsi obat penurun suhu badan
menjadi hilang atau berkurang.

5. Orang yang lemah saraf dan mengalami insomnia
Para penderita penyakit ini sebaiknya tidak minum teh karena hanya akan
semakin memperparah penyakitnya. Hal ini disebabkan kandungan kafein dalam
teh dapat mengakibatkan bergairahnya sistem saraf dan menaikkan
metabolisme dasar, sehingga akan membuat semakin sulit tidur dan merasa
gelisah.

6. Orang yang kurang darah
Zat besi dalam makanan memasuki saluran pencernaan dalam bentuk feros
hidrosida koloid. Zat besi dalam bentuk koloid ini tidak dapat diserap
tubuh secara langsung. Ia harus melalui peran getah lambung barulah dapat
diserap melalui tubuh.
Asam tanat dalam teh sangat mudah bersenyawa dengan zat besi dan membentuk
asam tanat feros larut yang merintangi penyerapan zat besi. Bila tubuh
orang yang kurang darah kekurangan zat besi, hemoglobin sintetis dalam
tubuh bisa berkurang, dan penyakitnya bisa bertambah parah.

7. Orang yang mengalami sembelit
Mereka pantang minum teh kental karena asam tanat dalam teh mempunyai
peran astringen, yaitu melemahkan penggeliangan saluran usus. Bila mereka
nekat minum teh kental maka penyakitnya akan semakin bertambah parah.

8. Anak-anak
Minum teh tidak terlalu baik untuk anak2, hal ini dikarenakan setelah
minum teh anak2 akan mudah terangsang semangatnya, nafsu makannya menurun,
selaput lendir saluran pencernaan menyusut sehingga mempengaruhi
pencernaan makanan dan penyerapannya.
Asam tanat dalam teh juga dapat mempengaruhi penyerapan vitamin B dan zat
besi dalam makanan sehingga mengakibatkan menurunnya hemoglobin dan
menuyustnya volume eritrosit, yang akan berakibat mudah terserang anemia
atau kurang darah.

9. Orang yang mempunyai tekanan darah tinggi dan mengidap jantung.
Teh memang dapat membantu melindungi jantung tapi bagi yang telah terlanjur
menderita penyakit jantung mereka harus menghindari minum teh kental,
karena kadar kafein dalam teh bisa merangsang orang dan menaikkan tekanan
darahnya. Bila mereka tetap minum teh maka jantungnya akan berdetak cepat,
merasa sangat gelisah bahkan mengalami arrhythmia atau tidak adanya irama
jantung.

Setelah mengetahui beberapa sebab mereka pantang minum teh tentunya akan
menjadi perhatian bagi kita. Walaupun teh juga mempunyai manfaat bagi
kesehatan tapi efek kesehatan teh lebih bersifat sebagai preventif
(mencegah). Dan itupun akan berarti jika teh diminum secara teratur dan
dengan takaran yang tepat.
Minum teh atau teh hijau memang bermanfaat untuk tubuh, namun ada masa dimana minum teh perlu dikurangi. Mirip dengan anjuran orang-orang tua untuk mengurangi atau meniadakan minum kopi, Ibu-ibu yang sedang hamil harus berhati-hati dalam mengkonsumsi teh hijau karena kandungan kafeinnya sangat besar. Sementara ibu-ibu yang sedang menyusui, juga disarankan agar tidak mengkonsumsi kopi dan teh hijau karena dapat menimbulkan restlessness (sukar diam), sukar tidur, anemia dan effect negatif lainnya pada anak-anak yang sedang disusuinya.

Banyak juga ibu yang sesudah melahirkan menempuh jalan instan untuk kembali langsing seperti minum pil pelangsing atau slimming tea (teh hijau) yang mengandung bahan laxative (obat pencahar), namun ingatlah, bahwa apapun yang kita makan atau minum, akan mempengaruhi air susu ibu yang diminum bayi. Barangkali kita harus mulai meyakini diri sendiri bahwa tidak ada yang instan dalam penurunan badan, tetap harus disertai oleh gerak badan atau olahraga dan makan makanan yang sehat.

Dengan melakukan olah raga ringan tetapi rutin berkelanjutan setiap hari selama paling sedikit 15 sampai 20 menit seperti berjalan kaki, bahkan melaksanakan rutinitas pekerjaan rumah seperti berkebun dan menggosok lantai selama 30 menit sehari dapat membantu menurunkan berat badan.

Kurangi sedikit asupan karbohidrat seperti nasi, roti, kentang dan mie setidaknya sepertiga atau seperempat dari biasanya. Tentu saja diet ini harus diimbangi dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan protein yang rendah kolesterol seperti ayam. Jangan lupa mengurangi asupan gula dan snack. Semua ini lebih mujarab daripada minum slimming tea, green tea extract, ataupun pil pelangsing. Sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan malah lebih baik untuk meningkatkan kualitas ASI

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More