Minggu, 15 Januari 2012

Garam Tinggi + Kalium Rendah = Kematian Dini


Mulai sekarang ada baiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi garam. Menurut penelitian terbaru, menyantap makanan yang mengandung terlalu banyak garam dan sedikit kalium dapat meningkatkan risiko kematian dini. Demikian hasil penelitian U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Chicago, Amerika Serikat, Selasa (12/7).

Hasil penelitian itu merupakan penelitian tandingan yang diperdebatkan sengit pada pekan lalu. Penelitian sebelumnya mengklaim tidak menemukan bukti bahwa dengan mengurangi kadar konsumsi garam dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.

"Garam itu akan terus berefek buruk bagi Anda," kata Thomas Farley, komisaris kesehatan New York City, yang memimpin kampanye untuk mengurangi garam 25 persen dalam makanan restoran dan makanan kemasan selama lima tahun.

Beberapa ahli kesehatan AS juga setuju dengan Farley bahwa terlalu banyak mengonsumsi garam tidak baik untuk kesehatan dan pengurangan asupan garam dapat mengurangi tekanan darah tinggi. Artinya, hal itu mengurangi resiko serangan jantung dan stroke.

Konsumsi garam semakin meningkat sejak 1970, dan warga AS tercatat telah mengonsumsi garam sekitar dua kali lipat dari batas harian yang direkomendasikan. Studi CDC yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine itu difokuskan pada penelitian soal perkembangan terbaru.

Farley, yang menulis editorial pada studi CDC, mengatakan bahwa laporan itu memaparkan salah satu efek jangka panjang mengonsumsi terlalu banyak garam.

Untuk penelitian itu, peneliti melihat efek jangka panjang asupan natrium dan kalium sebagai bagian dari penelitian selama 15 tahun lebih pada 12.000 orang. Pada akhir masa penelitian, 2.270 peserta telah meninggal dunia, 825 orang di antaranya meninggal akibat penyakit jantung, serta 433 lainnya meninggal karena pembekuan darah dan stroke.(Zeenews/SHA)
Liputan6.com, Chicago

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More