Minggu, 15 Januari 2012

Pengidap Penyakit Gonore Kebal Terhadap Antibiotik

Bakteri  gonore yang kini kebal terhadap Antibiotik  ( sumber : Google )

Bakteri gonore yang kini kebal terhadap Antibiotik ( sumber : Google )
OTTAWA - Untuk pertama kalinya, para peneliti internasional telah mengidentifikasi strain gonore yang kebal terhadap pengobatan dengan antibiotik.

Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.

Seperti yang dilansir Straits Times, Senin (11/7/2011), infeksi bakteri umum, sering disebut 'clap' sampai sekarang telah dengan mudah diobati dengan antibiotik, tetapi jika dibiarkan saja dapat menyebabkan kemandulan pada wanita dan buang air kecil yang menyakitkan dan infeksi nanah mengalir pada pria.

"Keduanya merupakan suatu yang mengkhawatirkan dan penemuan ini dapat diprediksi. Sebelumnya, antibiotik menjadi pengobatan standar untuk gonore pada tahun 1940, bakteri ini telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa untuk mengembangkan mekanisme ketahanan terhadap semua obat yang bertujuan untuk mengontrol itu," kata Magnus Unemo pada Refrensi Laboratorium Swedia untuk Patogenik Neisseria.

Rincian penemuan itu akan dirilis oleh Unemo dan tim pada konferensi ke-19 Masyarakat Internasional untuk Penelitian Penyakit Menular Seksual, pada tanggal 10 sampai 13 Juli di Quebec City, Kanada. Para ilmuwan belum bisa memberikan informasi yang jelas mengenai seberapa luas jenis resistan yang mungkin dalam populasi dunia, tetapi keprihatinan yang meningkat bahwa hal itu bisa menyebar dengan cepat.

"Meskipun masih terlalu dini untuk menilai apakah strain baru ini telah menyebar luas, sejarah perlawanan baru yang muncul dalam bakteri menunjukkan bahwa mungkin dapat menyebar dengan cepat, kecuali ditemukannya obat baru dan program pengobatan yang efektif," tambah Unemo.

okezone.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More