Jumat, 13 Januari 2012

Olahraga Berlebihan Bikin Perempuan Menopause Dini


 

Olahraga memang baik untuk kesehatan, namun bila dilakukan secara berlebihan justru bisa merusak badan. Pada perempuan, olahraga berlebihan bisa meningkatkan risiko mengalami menopause dini.

Hal ini berdasarkan hasil studi terbaru yang dilakukan peneliti Jepang. Meski tidak bertanggung jawab langsung, namun studi terbaru ini menjadi penemuan penting untuk mencegah kanker.

Dalam studi ini, peneliti mempelajari lebih dari 3.100 perempuan pre-menopause lebih dari 10 tahun. Perempuan yang banyak melakukan olahraga, setidaknya 8 hingga 10 jam seminggu, 17 persen lebih mungkin untuk mengalami menopause lebih awal selama masa studi.

“Menopause biasanya dimulai pada usia 41 ada 55 tahun. Selama menopause, ovarium perempuan berhenti menghasilkan telur dan tidak dapat hamil,” jelas Dr. Margery Gass, direktur North American Menopause Society, seperti dikutip Reuters, Rabu (12/10/2011).

Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Menopause, Dr. Chisato Nagata dari Gifu University dan rekannya memberikan kuesioner untuk perempuan usia 35-56 tahun.

Selama 10 tahun berikutnya, hampir 1.800 perempuan mengalami menopause. Meski tidak jelas usia berapa itu terjadi, tapi temuan ini menunjukkan bahwa perempuan yang sangat aktif memiliki kesempatan lebih tinggi untuk mengalami menopause lebih dulu.

Aktivitas fisik dan olahraga dapat menurunkan kadar estrogen. Inilah sebabnya olahraga yang dilakukan berlebihan dapat menyebabkan menopause dini.

“Ini terjadi karena perempuan aktif (olahraga berlebihan) kurang terpapar tingkat estrogen tinggi. Hormon estrogen mempromosikan tumor payudara dan ini mungkin dapat menjelaskan bahwa mengapa perempuan yang mengalami menopause dini memiliki risiko rendah mengalami kanker payudara,” jelas Dr. JoAnn E. Manson, presiden North American Menopause Society.

Namun di sisi lain, menopause dini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit  jantung dan penipisan tulang.

Berdasarkan beberapa studi, perempuan yang mengalami menopause dini sebelum usia 46 tahun memiliki risiko dua kali lipat terkena serangan jantung, stroke dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Selain penyakit kardiovaskular, menopause dini juga menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, seperti osteoporosis, kanker ovarium dan usus besar, penyakit gusi (periodonyal), kehilangan gigi dan katarak.

Hal ini terjadi karena adanya pengurangan pasokan alami hormon estrogen yang terlalu awal, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon serta fungsi organ dalam tubuh dan perubahan dalam kesehatan secara keseluruhan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More