Kamis, 10 November 2011

Bawang Merah

Bawang merah (Allium cepa L) siapa yang tak tahu? Bumbu dapur ini hampir dipastikan ada di setiap rumah tangga. Jika melintas Brebes, Jawa Tengah saat panen bawang merah akan terlihat jejeran bawang merah dijemur di pinggir jalan.

Sosok tanamannya berumpun. Tinggi herba semusim ini antara 40 dan 60 cm. Daunnya pipih memanjang berwarna hijau keputihan. Bunganya pun tumbuh memanjang, berwarna putih. Buahnya berbentuk bulat, berwarna hijau. Akarnya jenis serabut, tumbuh dangkal sehingga untuk memperoleh tanaman yang tumbuh dan berproduksi dengan baik harus ditanam di tanah yang gembur.


Umbinya yang sering digunakan sebagai bumbu dapur merupakan umbi lapis. Umbi ini mengandung minyak asiri, sikloaliin, metialiin, dihidroaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

http://3.bp.blogspot.com/-vt3kIOOyWJI/TZqxmY8F23I/AAAAAAAAAjg/RQIwTyusw94/s400/bawang-merah.jpg

Bawang merah dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit seperti yang ditulis di buku Sayur dan Bumbu Dapur Berkhasiat Obat.
  • Tekanan darah tinggi.
    Sebanyak 1 siung bawang merah dikupas dan dicuci bersih dengan air. Siung yang sudah bersih ini dimakan utuh atau dalam bentuk potongan. Bisa juga dijadikan campuran acar mentimun.
  • Sembelit.
    Sebanyak 1 siung bawang merah dikupas dan dicuci yang bersih, lalu dimakan utuh atau sebelumnya diaduk dalam minyak kacang. Ulangi beberapa hari sekali sehingga sembelitnya hilang.
  • Luka.
    Sebanyak 1 siung bawang merah dikupas, lalu dihancurkan dengan cara digerus. Hancuran bawang merah ini dibubuhkan atau ditempelkan ke bagian yang luka.
  • Bisul pada kulit.
    Sebanyak 1 siung bawang merah berukuran sedang dibersihkan dan dicuci. Hancurkan dengan cara digerus, lalu dibubuhkan atau ditempelkan ke bisul.
  • Trichomoniasis (jamuran pada vagina).
    Satu siung bawang merah dibersihkan dan dihancurkan hingga lumat. Dengan bantuan kapas, cairan bawang merah dibubuhkan ke bagian yang sakit.
  • Penurun panas.
    Sekitar 20 g umbi bawang merah dibersihkan, lalu diparut. Hasil parutannya dicampurkan dengan minyak kelapa. Campuran tersebut dibalurkan ke ubun-ubun dan sekujur tubuh sambil dilakukan pemijatan.
  • Masuk angin.
    Umbi bawang merah dikupas, lalu dibelah dan dikerokkan ke kulit badan (seperti kerokan). Bisa juga bawang merah diremas dan dicampurkan ke minyak kelapa. Campuran ini yang digunakan untuk kerokan.
Catatan: Orang yang menderita sakit perut disarankan hanya memakan bawang merah dalam jumlah sedikit.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More