Jumat, 11 November 2011

Hati-hati, Hepapatis A Menular Lewat Kotoran Penderita

  
Berjangkitnya penyakit Hepatitis A pada puluhan siswa sebuah SMK di Depok, Jawa Barat, cukup mengejutkan masyarakat. Penyakit itu diduga menulari para siswa sejak dua pekan lalu, dan hingga kini jumlah korbannya sudah mencapai 90 orang. Sebenarnya apa penyebab dan bagaimana penyakit ini menular?

Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita, biasanya melalui makanan (fecal - oral), bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah.

Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain (B dan C). Sementara hepatitis B dan C disebarkan melalui media darah dan aktivitas seksual dan lebih berbahaya dibanding Hepatitis A.

Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium; Pertama, pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual. Kedua, stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik); dan ketiga, stadium kesembuhan (konvalesensi).

Gejala kuning tidak selalu ditemukan. Untuk memastikan diagnosis harus dilakukan pemeriksaan enzim hati, SGPT, SGOT. Karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang saluran empedu, maka pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin.

Masa Inkubasi
Hepaptis A memiliki masa inkubasi atau waktu terekspos sampai terkena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu.

Gejala
Penderita akan mengalami gejala-gejala seperti demam, lemah, letih, dan lesu. Pada beberapa kasus, seringkali terjadi muntah muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya seperti demam berdarah, tbc, dan thypus.

Gejala lainnya adalah kulit dan mata menjadi kuning, air kencing berwarna tua, tinja pucat. Namun patut diwaspadai, gejala-gejala fisik seperti itu seringkali tidak terlihat pada anak kecil.

Pencegahan
Agar tidak menular ke yang lain, pasien yang positip terkena Hepatitis A, dianjurkan untuk di"isolasi" selama 2 minggu setelah gejala pertama, atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul. Pasien juga diharapkan menjaga kebersihan.

Untuk mencegah terjangkit hepatitis A, Anda harus menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan teliti; orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin.

Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dalam bentuk sendiri (Havrix), atau bentuk kombinasi dengan vaksin hepatitis B (Twinrix). Imunisasi hepatitis A dilakukan dua kali, yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian, sementara imunisasi hepatitis B dilakukan tiga kali, yaitu dasar, satu bulan dan 6 bulan kemudian.

Imunisasi hepatitis A dianjurkan bagi orang yang potensial terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering jajan di luar rumah. (Wikipedia/mla)

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More