Sabtu, 19 November 2011

Trik Atasi Bau Mulut Saat Puasa

0
bau-mulut 
 
Selama puasa, terkadang ada ketakutan jika mengalami bau mulut. Menurut PDGI, bau mulut sendiri disebabkan oleh menumpuknya sisa makanan di sela gigi akibat kurang menjaga kebersihan gigi, yang akhirnya mengundang bakteri sehingga mengakibatkan pengasaman di mulut. Tanda fisik dari bau mulut adalah dengan adanya lapisan putih pada lidah atau gusi, atau infeksi pada gusi dan gigi, atau karen makanan tertentu, seperti bawang merah dan putih yang memiliki kandungan minyak sehingga terbawa ke aliran darah.
Untuk bau mulut yang memerlukan bantuan dokter lebih lanjut adalah karena adanya penyakit seperti sinusitis, penyakit paru-paru, diabetes mellitus, gangguan pencernaan, dan kesulitan buang air besar (konstipasi). Sedangkan untuk bau mulut akibat kurangnya kebersihan mulut dapat dilakukan beberapa tips berikut :

Sikat gigi secara rutin
Membiasakan untuk selalu sikat gigi setiap kali setelah makan untuk membersihkan sisa makanan yang disukai bakteri. Bersihkan dengan teliti pada bagian sela gigi, gusi dan lidah, juga tumpukan kotoran yang mengeras di pinggiran gusi.

Banyak minum air putih
Hal ini untuk mencegah tumpukan air liur di lidah dan tenggorokan, juga mengantisipasi kumpulan bakteri di mulut.

Merawat gigi dan gusi
Untuk hal ini dapat konsultasi langsung dengan dokter gigi, guna perawatan gigi yang rusak atau berlubang, atau jika perlu menambal gigi yang menjadi tumpukan sisa makanan. Gusi yang luka juga harus diobati sebelum menjadi infeksi yang parah, dan jika perlu mencabut gigi yang bermasalah ke dokter gigi.

Berkumur setelah makan
Hal tersebut berguna untuk membersihkan sisa makanan. Langkah sederhana lainnya memakai cairan antiseptik pencuci mulut atau menggosok permukaan lidah secara perlahan guna menghilangkan air liur yang menumpuk.

Banyak makan makanan berserat
Gangguan pencernaan juga dapat menjadi penyebab bau mulut. Untuk itu, usahakan untuk makan makanan berserat, minum air putih dan olahraga teratur.
Mencegah Bau Mulut saat puasa

Selama menjalankan ibadah puasa, masalah bau mulut seringkali menimbulkan ketidaknyamanan. Masalah yang kerap terjadi menjadi hambatan dalam pergaulan dan membuat minder.

Saat berpuasa, produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran pencernaan berkurang sehingga menjadi lebih kering. Akibatnya timbul halitosis atau bau mulut.

Bau mulut juga dapat disebabkan penyakit sistemis seperti liver, lambung, saluran pernapasan serta ginjal akut. Sedangkan penyakit gigi dan mulut penyebab napas tak segar di antaranya gigi berlubang, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis.
Sebenarnya bau mulut saat menjalankan puasa tak perlu dirisaukan. Simak beberapa tips sederhana mencegah bau mulut selama puasa :

1. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah secara benar. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25 persen karena memicu risiko kanker rongga mulut.

2. Periksa ke dokter gigi Anda minimal enam bulan sekali. Bila ada waktu, lakukan spa gigi dua kali dalam sebulan untuk menjaga kesehatan gigi.

3. Hindari rokok dan alkohol karena berefek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis. Alkohol mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.

 4. Perbanyak konsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel. Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah 2-5 cangkir teh hijau sehari.

5. Keju yang rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan mengandung fosfat, dapat memperkuat email gigi, meningkatkan produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.
Perlu diwaspadai jika keluhan bau mulut muncul berkepanjangan dan tak hilang meski telah membersihkan gigi dan mulut. Bau mulut berkepanjangan bisa menjadi pertanda adanya penyakit seperti diabetes, jantung, gagal ginjal, liver, dan gangguan pada pencernaan

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More