Kamis, 10 November 2011

Kondom Untuk Wanita


Selama ini kondom memang identik dengan laki-laki. Di Indonesia sendiri sosialisasi adanya kondom perempuan tidak sebanyak dan sebaik kondom laki-laki. Wajar jika tidak semua orang tahu adanya kondom perempuan. Pemakai kondom perempuan jumlahnya juga sangat terbatas, karena perempuan yang tahu adanya kondom khusus tersebut belum tentu mau menggunakannya. Ada beberapa alasan yang melandasinya, terutama alasan aneh karena tidak terbiasa.


Kondom khusus perempuan memang berbeda dengan kondom laki-laki. Selain bentuknya yang berbeda, kondom perempuan juga berbahan tidak sama dengan kondom laki-laki. Kondom laki-laki berbahan lateks, sedangkan kondom perempuan berbahan polyurethane. Jangan pernah menggunakan kedua jenis kondom ini dalam waktu bersamaan, karena kondom laki-laki akan mudah lepas. Bahan yang berbeda ini yang membuat kondom laki-laki akan "tersangkut" jika digunakan bersamaan.
Secara umum, kondom ini memiliki efektivitas yang cukup tinggi. Persentase tingkat keefektivan kondom ini mencapai 95 persen. Memang masih ada kemungkinan gagal, tapi persentasenya sangat kecil. Khusus untuk kasus di Amerika, menurut sebuah survei kegagalan sering terjadi akibat salah memasang kondom.
Memang kondom perempuan tidak sesimpel kondom laki-laki dalam hal pemakaiannya. Hal ini pula yang menjadi faktor ini juga jadi penyebab kadang perempuan enggan menggunakan kondom jenis ini. Berbeda dengan kondom laki-laki yang sekali latihan pasti bisa menggunakan, khusus kondon perempuan ini perlu latihan beberapa kali untuk bisa terpasang dengan benar.
Faktor pemasangan ke dalam vagina ini memang membuat kondom perempuan pemasangannya lebih ribet dibanding kondom laki-laki yang terpasang di luar dan langsung kelihatan. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa perempuan harus berlatih dulu untuk memastikan kondomnya terpasang dengan benar.
Meski perlu latihan Anda tak perlu berkecil hati. Bila membaca instruksinya dengan baik dan benar yang terdapat pada pembungkusnya, pasti Anda bisa memasangnya dengan benar. Apalagi instruksi pemasangan tak hanya dalam bentuk tulisan, tapi juga gambar yang pasti sangat membantu pengguna ketika memasang kondom tersebut.
Cara pemasangannya sendiri sebenarnya tidak sulit. Ketika akan memasang, posisi pengguna sebaiknya jongkok atau berdiri dengan mengangkat satu kaki di kursi. Hal ini memudahkan kondom masuk ke dalam vagina. Setelah itu baru masukkan kondom ke dalam vagina. Lakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru agar pemasangannya benar-benar presisi.
Setelah kondom terpasang, Anda pun siap melakukan hubungan seks seperti biasanya. Selain efektif mencegah kehamilan, kondom ini juga bisa mencegah penyakit menular seperti halnya kondom laki-laki. Mau mencoba?

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More