Rabu, 09 November 2011

Pertanyaan Seputar Vagina yang Malu Ditanyakan Perempuan

Ilustrasi bagian intim perempuan.

 




















Bagian paling pribadi perempuan yang seharusnya paling sering dijaga justru seringkali terbengkalai.

Untuk menjaga tetap sehat, ketahuilah hal-hal yang paling sering ditanya perempuan mengenai vagina berikut ini:

Seperti apa rasa orgasme?
"Percaya atau tidak, ini adalah pertanyaan tersering yang ditanyakan kepada saya," kata dr Lissa Rankin, pengarang What's Up Down There?

Menurut Debby Hernick, pengajar masalah seksual dan pengarang buku R ead My Lips: A Complete Guide to the Vagina and Vulva, orgasme adalah hal yang jarang didiskusikan perempuan, bahkan dengan sahabat-sahabatnya, karena mereka khawatir pertanyaan ini akan membuat mereka terkesan kurang baik di ranjang.

Orgasme butuh waktu dan latihan untuk itu, dibutuhkan kerjasama dengan pasangan.

"Ada perbedaan antara kenikmatan berada dalam keintiman dengan pasangan serta rasa nyaman dan kelegaan saat mencapai orgasme. Saat Anda mengalami orgasme, Anda akan tahu rasanya," kata Rankin.

Mengapa saya tidak bisa mendapatkan orgasme hanya melalui sanggama?
Tak ada yang salah dengan begitu. Sekitar 30 persen perempuan bisa mengalami orgasme melalui sanggama, dan kebanyakan perempuan bisa mendapatkan kepuasan tersebut dengan memposisikan tubuh sedemikian rupa agar klitorisnya terstimulasi oleh penis.

Setiap orang memiliki jarak klitoris dengan vagina yang berbeda-beda. Jadi, setiap orang memiliki cara dan posisi yang berbeda pula untuk mencapai orgasme, bahkan kadang butuh bantuan, seperti sentuhan jari, mainan, atau lainnya. Jadi, jangan berkecil hati jika memang Anda butuh bantuan.

Sebaiknya tidur mengenakan pakaian dalam atau tidak?
"Jika Anda memiliki masalah gatal atau iritasi, tidur tanpa pakaian dalam adalah ide yang patut dicoba," kata dr Rankin.

Tidur tanpa pakaian dalam memberikan kesempatan kulit di daerah kemaluan mendapatkan oksigen, dan memberikan kesempatan keringat untuk menguap.

Seberapa banyak, konsisten, dan warna cairan yang keluar dari vagina yang dianggap normal?
Cairan yang keluar dari vagina seharusnya bening, atau sedikit kekuningan, tidak lengket, dan tidak berbau.

Jika tidak seperti yang digambarkan di atas, segeralah konsultasikan kepada dokter.

Namun, dr Katharine O'Connell White, asisten profesor obgyn dari Tufts University School of Medicine mengatakan, "Jangan bergantung pada pantyliner. Kebanyakan perempuan mengira, segala cairan yang keluar dari vagina adalah tanda infeksi. Padahal, biasanya hal tersebut merupakan tanda aksi vagina sedang membersihkan diri.

Saat vagina mengeluarkan banyak cairan, lalu mengenakan pantyliner, daerah kewanitaan akan memberi sinyal lembab, dan akan memproduksi lebih banyak lagi cairan.

Kadang ada, kadang tidak. Cairan vagina yang ada dan tidak, apakah normal?
Ya, variasi jumlah cairan vagina tergantung pula dengan siklus menstrual. Saat berovulasi, cairan vagina akan bening, licin, dan banyak. Setelah tubuh melepas sel telur, cairan yang keluar akan menjadi lebih keruh dan tebal. "Hal ini merupakan upaya untuk memerangkap sperma, untuk dibuahi, itulah maksud dari tugas alami tubuh," kata dr O'Connell White.

Apa yang harus dilakukan untuk menjaga bagian tubuh daerah tersebut tetap bersih?
"Saat ini, ada banyak produk yang dijual dengan klaim pembersih daerah kewanitaan. Namun, sebenarnya yang terbaik hanyalah dengan melap daerah tersebut dengan handuk bersih dan air hangat. Itu saja," kata dr Rankin.

Rankin mengaku, banyak perempuan datang mengeluhkan gatal-gatal di sekitar vagina, vaginosis bakterial, infeksi jamur, dan keluhan saat berhubungan seks karena penggunaan produk-produk yang ditujukan untuk alat kelamin perempuan itu.

Apakah masturbasi bisa menyakiti atau membantu kehidupan seks?
Masturbasi membantu Anda mengenali tubuh dan mengetahui apa yang Anda sukai dan tidak sukai dalam sentuhan dan anatomi tubuh tersebut.

Menggunakan vibrator memang bisa meningkatkan gairah perempuan, sekaligus meningkatkan kemungkinan mencapai orgasme. Namun, kekurangannya, terlalu sering menggunakan vibrator bisa membuat Anda terbiasa dengan rangsangan bentuk tersebut, dan sulit untuk "dikejar" oleh pasangan.

Labia minor dan labia mayor saya tidak sejajar. Apakah itu normal?
Di tahun 1902, dokter bernama Robert Dickinson mendata ukuran labia beberapa perempuan. Didapati, sekitar 88 persen perempuan mengalami perbedaan ini. Bukan hal yang harus dipusingkan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More