Jumat, 04 November 2011

7 Solusi Jitu untuk Keberhasilan Diet Anda




PASTINYA ada yang salah kalau upaya penurunan berat badan yang Anda lakukan tidak juga membawa hasil. Kesalahan tersebut tentunya bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Contohnya saja, menurut polling yang dilakukan oleh Weight Watchers International Inc. dan American Dietetic Association, 90% wanita di Amerika Serikat berpikir mereka telah melakukan diet yang sehat. Padahal, dalam kenyataannya, hanya 1% yang telah berdiet dengan betul. Sisanya? Tebak saja sendiri!

Inilah beberapa alasan mengapa upaya Anda untuk menurunkan berat badan tak kunjung berhasil. Simak pula solusinya.


1. Konsumsi lemak berlebihan
Memang, makanan yang mengandung lemak terasa lebih lezat. Tak heran bila Anda sulit membatasi konsumsi lemak hingga 30% saja dari total lemak yang dibutuhkan setiap hari. kebanyakan orang mengkonsumsi lemak sesuai dengan kebutuhan tubuh setiap harinya, bahkan lebih. Padahal, penelitian membuktikan bahwa semakin banyak lemak yang dikonsumsi, semakin sedikit Anda menyerap nutrisi lainnya. akibatnya, Anda makan berlebihan. Bobot Anda pun menjadi bertambah.

Solusi:
Secara umum, semakin sedikit Anda memproses makanan, semakin rendah kandungan lemak di dalam tubuh. Makanlah kentang yang dipanggang daripada kentang goreng atau keripik kentang, misalnya. Atau lebih baik makan roti gandum daripada croissant. Jika Anda suka makan salad, gunakan mayonnaise atau salad dressing yang rendah lemak. Atau bila Anda penggemar gado-gado, jangan terlalu banyak mencampur sayur dengan bumbu kacang. Batasi konsumsi makanan manis yang kaya lemak sekali saja dalam seminggu. Baca label dalam kemasan makanan dengan hati-hati. Dan ketika Anda membeli makanan kalengan, pilih yang kandungan lemaknya tidak lebih dari 3 gr per 100 kalori.


2. Tidak pernah atau jarang sarapan
Anda menghindari sarapan karena takut gemuk atau ingin menurunkan berat badan? Kalau ya, berarti Anda salah strategi. Sarapan justru dapat menurunkan berat badan. Alasannya, dengan sarapan, Anda tidak akan ’mencuri-curi’ makan saat berdiet. Lagipula, melewatkan sarapan sama saja dengan membuat tubuh kelaparan. Akibatnya, saat makan siang atau sore nafsu makan Anda semakin besar. Akan lebih buruk lagi kalau makanan yang Anda konsumsi tinggi lemak. Selain membuat timbangan Anda berkurang, dengan sarapan, Anda bisa lebih konsentrasi saat bekeria.

Solusi:
Biasakan sarapan. Bekerja dengan perut kosong akan menyulitkan Anda untuk berkonsentrasi. Tetapi, hindari makanan yang manis-manis. Makanan jenis ini memang bisa membuat Anda merasa kenyang, tetapi juga dapat membuat Anda mengantuk. Untuk mengkontrol selera makan, pilihlah sarapan dengan komposisi karbohidrat seimbang. Sedangkan makanan yang kaya serat, seperti sayur, buah, dan sereal, dapat menstabilkan gula darah, sehingga Anda merasa kenyang.


3. Tidak pernah mencatat
Kebanyakan orang tidak terlalu menganggap penting upaya mencatat setiap makanan yang mereka konsumsi dan kapan saja mereka makan. Baik jumlah makanan sehat, seperti sayur dan buah, maupun yang jauh dari predikat sehat.

Solusi:
Buatlah sebuah diet diary, yaitu catatan tentang konsumsi makanan Anda sehari-hari. Dengan diet diary, Anda akan lebih berhati-hati setiap kali ingin memasukkan suatu makanan ke mulut Anda. Soalnya, Anda hams menuliskannya di catatan Anda. Diary tersebut juga akan membantu Anda mengetahui situasi yang mencetuskan Anda untuk makan berlebihan dan menuntun Anda untuk membedakan antara makan dengan sadar dan makan karena nafsu.


4. Kurang serat
Dibandingkan makan buah dan sayur, Anda mungkin lebih suka mengkonsumsi cake, kue kering, dan donat yang ditambahkan lemak, gula, garam, dan mungkin bahan aditif. Padahal, makanan-makanan yang berasal dari tepung terigu tersebut merupakan salah satu sumber lemak |enuh terbanyak dalam diet Anda.

Solusi:
Anda bisa mengganti roti putih, mi, atau cake dengan roti gandum, sereal, atau pasta. Agar rasanya lebih lezat., Anda bisa mencampurkan sereal dengan buah-buahan segar atau roti gandum dengan irisan daging dada ayam dan sayuran. Kalau Anda suka ngemil, cobalah ganti camilan manis dengan buah-buahan segar.


5. Kecanduan gula
Hampir semua orang menyukai gula karena rasanya yang manis. Itulah mengapa gula tak pernah absen dari meja makan atau dapur setiap rumah tangga di Indonesia. Rasa manis merupakan parameter penting yang mempengaruhi tingkat kesukaan konsumen terhadap suatu produk. Tak larang, makanan sehat seperti yogurt dan oatmeal aneka rasa ternyata juga mengandung banyak gula.
Solusi:
Jangan biasakan makan kue manis sebagai dessert. Jadikan penganan tersebut sebagai makanan istimewa yang hanya ada di akhir minggu. Baca label untuk membatasi makanan yang mencantumkan gula sebagai salah satu bahan utama produknya. Begitu juga dengan makanan yang mengandung beberapa |enis gula, seperti sukrosa atau glukosa. Kurangi konsumsi makanan yang mengklaim diri sebagai makanan sehat yang sebenarnya mengandung banyak gula. Kurangi atau bahkan, hindari minuman bersoda. Ganti dengan minuman bersoda yang tanpa gula.
6. Kurang makan kacang-kacangan dan polong-polongan
Polong-polongan, seperti kacang kedelai, kacang merah, buncis, dan lentil, adalah jenis makanan yang rendah lemak, mengenyangkan, kaya akan serat, protein, dan karbohidrat. Begitu juga dengan kacang-kacangan seperti kacang tanah dan kacang mete. Makanan ini mengandung banyak nutrisi yang sangat baik bagi wanita. Tetapi, sayangnya banyak yang hanya mengkonsumsi polong-polongan dalam jumlah kecil.

Solusi:
Tambahkan porsi polong-polongan dan kacang-kacangan. Lakukan bertahap, kurang lebih selama seminggu, untuk memberi kesempatan pada tubuh untuk menyesuaikan diri dengan perubahan penambahan serat pada diet Anda. Kalau agak malas memasak, Anda bisa membeli kacang-kacangan  siap santap. Yang penting, perhatikan kadar sodium, garam, dan cara pengolahan makanan tersebut. Supaya tidak bosan, Anda bisa meraciknya menjadi berbagai macam makanan, misalnya, salad, sup, gado-gado, atau bubur kacang hijau.


7. Konsumsi kalsium
Pastilah Anda sudah tahu pentingnya mengkonsumsi makanan tinggi kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Tak hanya itu, dari sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Creighton University Osteoporosis Research Center di Nebraska, Amerika Serikat ditemukan bahwa mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium kemungkinan besar berkaitan dengan rendahnya kejadian kelebihan berat badan hingga 70%. Sayangnya, masih banyak wanita yang kurang mengkonsumsi makanan maupun minuman berkalsium. Banyak yang menggantinya dengan dengan keju dan justru tinggi lemak, dengan alasan tidak suka.

Solusi:
Minumlah minimal dua gelas susu rendah lemak setiap hari. Dengan cara itu, Anda telah ’menyelamatkan’ tulang Anda, sekaligus mendapatkan rasa lezat dan nutrisi yang memadai dan ’pegganjal’ perut yang rendah kalori, tetapi, jika Anda tak suka (atau tidak bisa) minum susu biasa, cobalah susu kedelai yang diperkaya oleh kalsium, ikan salmon atau, keju rendah lemak. Jika menderita intoleransi laktosa, anda bisa memilih produk olahan susu yang bebas laktosa. Masih belum cukup? Minum suplemen kalsium.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More