Selasa, 08 November 2011

Cantik di Hari Pernikahan Dengan Ukiran Inai



Tahukah kalian apa arti inai, ternyata inai itu adalah sejenis pacar yang terbuat dari tumbuhan sebagai pemerah kuku. Jika di Indonesia seni mengukir inak ini sering kita identikan dengan pengantin yang hendak menikah, seperti tepatnya di daerah Sumatra, para pengantin disana identik dengan ukiran inai di tangannya. Padahal tradisi tersebut juga bisa kita lihat di beberapa negara di Asia.

Awalnya kebudayaan ini dibawa dari masyarakat India dan Paskitan, namun lambat laun tradisi mengukir inai ini menjadi tradisi yang menjamur di beberapa kawasan di Asia,termasuk di Indonesia. Nah keseringan Inai ini selalu kita lihat dikepakai oleh para pengantin. Ukiranya juga bermacam-macam mulai dari yang standar sampai dengan taraf yang rumit.

 

Berinai Butuh Kreativitas
Setuju sekali jika berinai ini merupaka nsalah satu kreativitas seni yang tinggi. Seni yang memang dimiliki oleh mereka yang benar-benar mengalir kreativitas. Tidak mudah mengukir inai di tangan seseorang. Namun saat ini kreativitas inai memang sudah dirasakan sangat maju, bentukya saja juga sudah menyerupai persis “ body painting”.

Siapa saja?
Seperti yang saya jelaskan diatas, berinai ini dilakukan untuk para pengantinn yang hendak melangsungkan pernikahan. Biasanya mereka memerlukan waktu sekitar 3-4 jam untuk  berinai. Yang paling rumit memang terlihat pada pengantin wanita, karena agar terkesan bagus dan “wah” mereka biasanya memerlukan ukiran yang agak rumit. Berbeda degan pengantin laki-laki yang biasanya hanya dipasang di kuku saja. Namun ukiran ini juga biasa dilakukan oleh para artis atau Penari agar terlihat cantik dan trendi dalam penampilannya.

Bentuk Inai 


Biasanya para pelukis inai ini mengukir dengan bentuk bunga dan juga cabang-cabang batang pohon persis dengan mengukir batik. Ada juga yang berbentuk bulatan kecil, bintang-bintang, titik-titik, bentuknya juga sangat tergantung dengan selera kita.  Sekali lagi memaang dibutuhkan kelihaian, kreativitas dan juga hati-hati dalam mengukirnya.

Kalau ingin belajar lebih detailnya, berikut ini adalah tutorialnya:
Meski sudah tersedia inai tempel yang seharga Rp.15.000, namun hasil ini dirasakan kurang maksimal. Kebanyakan mereka, terutama pegantin memilih diukirkan lagsung oleh sang ahlinya. Ukiran ini juga bisa berkisar Rp.200.000 – Rp.250.000 hanya untuk sekitar telapak tangan dan sedikit untuk daerah leher kaki harganya bisa mencapai Rp.150.000 – Rp.175.000. Jika kita menggunakan jasa ahli, Biasanya sudah disediakan katalog sang pengukir inai. Dikatalog tersebut sudah tertera macam-macam bentuk ukiran, berapa lama waktu yang dibtuhkan untuk proses pengukiran dan juga harga yang ditetapkannya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More