Rabu, 09 November 2011

Lima Penyebab Seorang Istri Berselingkuh

Ilustrasi pasangan suami-istri.
 











Istri berselingkuh ternyata bisa karena dendam, merasa bosan, terabaikan, dan lain sebagainya.

Hubungan asmara, termasuk juga pernikahan, selalu punya dinamika. Ada saat mesra, saat-saat dingin, bahkan ada pula masa-masa pahitnya. Perselingkungan kemudian berkembang menjadi salah satu bagian dari dinamika hubungan itu.


Bila dunia lebih mengenal laki-laki (suami) sebagai peselingkuh selama ini, perempuan (istri) sebenarnya juga tak sedikit yang melakukannya. Buktinya bisa ditemukan di mana-mana. Namun, kenapa perempuan yang notabene dikenal lebih halus perasaannya dan relatif lebih setia itu, sampai berselingkuh alias mengkhianati suaminya?


Berikut petikan alasan dari lima perempuan dengan lima alasan berbeda, yang barangkali juga bisa saja muncul dalam hubungan pasangan-pasangan di Indonesia:


"Suamiku kasar."

"Dari saat pertama aku menikah dengan suamiku, aku sudah tahu aku membuat kesalahan," ujar Elizabeth Smith --nama asli disamarkan karena permintaan-- yang berusia 50 tahun. "Dia kasar, suka mengendalikan, dan meminta aku berhenti dari pekerjaan supaya hanya bisa mengurusi rumah untuknya," jelas wanita yang mengaku mulai berselingkuh sejak pernikahannya berusia setahun lebih itu.

"Kami mulai saling membenci."

Ketika Vanessa Myers (nama samaran), usia 28 tahun, menikah dengan suaminya enam tahun lalu, mereka merasa bahagia, bahkan sudah tak sabar untuk mendapatkan anak secepatnya. Namun tak lama setelah pernikahan itu berjalan, sesuatu terasa berubah di tengah mereka. "Aku mulai begitu menyukai pekerjaanku, dan anak sepertinya tidak bisa masuk dalam pemikiran (saat itu)," ujarnya. Myers menjelaskan bahwa suaminya lantas tak menyukai perubahan sikap itu. "Kami mulai sering bertengkar, dan aku membencinya karena membenciku, hingga kami pun jadi terus-menerus saling menyakiti," tambahnya, yang mengaku tak lama segera menemukan 'jalan keluarnya'.

"Aku bosan dan tidak bahagia."

Barbara Gisborne awalnya hidup bak impian banyak orang, di Madison, Wisconsin, bersama suami tercinta dan dua anak. Namun perempuan berusia 60 tahun itu mengaku ia sebenarnya menderita. "Suamiku adalah orang baik, tapi aku benar-benar merasakan kebosanan. "Di komunitas kami, aku selalu merasa bagai seseorang aneh yang tak bisa mencocokkan diri," ungkap perempuan yang mengaku tahun itu juga, saat berusia 35 tahun, ia mengawali berselingkuh setelah jumpa seorang laki-laki asal Australia di sebuah lift.

"Suamiku seorang workaholic."

Selama 10 tahun, Barbara Singer yang berusia 49 tahun berusaha menciptakan kehidupan yang independen dari suaminya, karena sang pasangan tak pernah berada di sekitarnya. "Gary benar-benar disibukkan dan dilelahkan oleh pekerjaannya; tak ada yang tersisa untukku," ujarnya. "(Sementara) Aku benar-benar berkomitmen untuk keluarga dan berusaha memberikan segalanya, meski menyadari dalam hati bahwa ini tak mungkin kujalani seumur hidupku," tambah Singer, yang lantas mengaku mulai berselingkuh ketika suatu malam mulai berjumpa Tom, seorang kenalan.

"Dia yang tak setia awalnya."

Bagi Larie Norvell, 33, hanya butuh satu tahun untuk akhirnya mengetahui bahwa sang suami ternyata berkhianat terhadapnya. Dan itu membuatnya terpukul. "Aku sangat marah, sekaligus juga merasa sangat tersakiti. Karena aku merasa aku tak pantas baginya, seolah ada yang tak aku lakukan untuknya sebagai istri, yang (menurutku) membuatnya merasa perlu 'berjalan' ke luar pernikahan kami," aku Norvell. Posisi dan perasaan itulah, yang menurut Norvell lagi, kemudian mendorong munculnya niat balas dendam pada dirinya, untuk juga berselingkuh. "Aku berselingkuh pada dasarnya karena ingin membalas suamiku," tegasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More