Jumat, 04 November 2011

5 Langkah Mengendalikan Emosi dan Menjadi Lebih Langsing



























ANDA sebenarnya tahu benar kalau semangkuk es krim tidak akan membuat kekasih Anda kembali ke pelukan, dan sebungkus besar keripik singkong tidak akan membuat deadline Anda menghilang. Seringkali memang bukan perut yang lapar tapi emosi Anda yang sedang tidak stabillah yang mendorong Anda untuk terus melongok kulkas atau pergi ke toko penganan ringan. Demikian diungkapkan Linda Spangle, R.N., MA, pengarang buku Life Is Hard, Food Is Easy: The 5- Step Plan to Overcome Emotional Eating and Lose Weight on Any Diet (LifeLine Press, 2003). Makanan yang sangat Anda inginkan mengungkapkan banyak hal tentang diri Anda. Makanan-makanan ini menunjukkan apa yang ada di kepala Anda dan tentu saja hati Anda. "Pilihan makanan seringkali merupakan sebuah cermin yang memperlihatkan secara tepat emosi seperti apa yang mendorong hasrat Anda untuk makan berlebihan," katanya

Pertanyaan untuk Membantu Anda Mengatasinya
Dalam bukunya Life is Hard, Food is Easy (Life Line Press 2003), Linda Spangle, R.N, M.A, mengajukan lima pertanyaan sederhana untuk membantu Anda mengatasi masalah emotional eating. Dengan terus mempraktekkannya, Anda akan dapat menjawab setiap pertanyaan dalam satu atau dua menit. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa Anda gunakan untuk mengontrol emosi Anda tanpa harus ’melarikan din" ke makanan. Anda juga bisa menggunakan pertanyaan ini satu per-satu sebagai strategi yang tepat untuk mengontrol hasrat makan. Lain kali Anda dihadapkan dengan masalah serupa, tanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan ini:


1. Apa yang terjadi?
Ketika Anda tidak merasa lapar tapi Anda ingin sekali makan, pikirkan selama satu menit tentang apa yang mempengaruhi Anda atau yang membuat hasrat makan Anda tirnbul. Kenali makanan yang paling Anda inginkan dan tentukan apakah Anda mengalami ’head hunger" atau "heart hunger".


2. Apa yang saya rasakan?
Kenali emosi Anda. Apakah Anda seorang yang pemarah? Penyendiri? Pembosan? Cobalah untuk sangat spesifik dalam memberi nama pada apa yang Anda rasakan itu.


3. Apa yang saya perlukan?
Dimanakan sesungguhnya letak masalah dalam hidup Anda? Apakah Anda memerlukan lebih banyak istirahat? Persahabatan? Waktu untuk diri sendiri? Tanyakan pada diri Anda, "Apa yang saya inginkan saat ini dan bagaimana saya bisa mendapatkan kebutuhan ini?" Jika Anda dihujani oleh beberapa kebutuhan dalam satu waktu, cobalah untuk memastikan mana yang paling menjadi prioritas Anda,


4. Apa yang menjadi kendala saya?
Apa saja kendala yang mencegah Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda atau mengekspresikan emosi? Apakah Anda merasa begitu letih, kewalahan atau stres? Apakah Anda benar-benar merasa lelah memikirkan masalah-masalah Anda? Cobalah untuk mulai mencari jalan keluarnya daripada melarikan diri pada makan.


5. Apa yang akan saya lakukan?
Apa yang menjadi tujuan dan cita-cita Anda? Apa yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkannya? Putuskanlah dengan langkah yang tepat apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatur kebutuhan emosi Anda dari pada meraih makanan!

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More